Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2014

Jika ke Venesia, Berkunjunglah ke Desa Pelangi Burano


Burano adalah sebuah pulau di Northern Venetian Lagoon, hanya 40 menit dari Venesia dengan mengendarai perahu. Burano adalah sebuah desa nelayan tua yang sudah ada sejak masa Romawi kuno. Pulau ini terkenal dengan rumah-rumahnya yang warna-warni seperti pelangi. 






Burano didirikan oleh sekelompok Roma yang melarikan diri dari kota Altino selama invasi barbar. Rumah-rumah pertama Burano hanya dibangun dari palafittes dengan dinding yang terbuat dari tongkat tenun dan kemudian diplester dengan lumpur.






Rumah-rumah lama itu kemudian digantikan dengan rumah-rumah yang terbuat dari batu bata dan penduduk mulai mengecatnya dengan warna-warna cerah. Asal usul warnanya tidak diketahui, tetapi menurut cerita tahun lalu, ketika para nelayan kembali dari laut, mereka tidak bisa mengenali rumah mereka karena banyak kabut. Akhirnya, mereka mulai mengecat rumah-rumah mereka dengan warna berbeda satu sama lain. 

Sumber : Amusing Plane

Senin, 20 Oktober 2014

Zalipie, Desa yang Penuh dengan Rumah Lukis


Zalipie adalah sebuah desa di Polandia Tenggara, sekitar 68 kilometer ditimur ibukota Krakow. Desa ini dikenal karena rumah-rumah penduduknya yang dilukis dengan cat warna-warni. 

Tradisi mendekorasi rumah dengan lukisan eksterior dan interior ini sudah dikenal sejak akhir abad ke-19 ketika tungku kuno penduduk digantikan dengan cerobong asap. Tungku di sini awalnya hanya memiliki sebuah lubang di langit-langit untuk membuang asap. Sayangnya, lubang kecil itu tidak memadai, sehingga menyebabkan dinding rumah menghitam penuh jelaga.








Nah, dalam rangka untuk menutupi dinding penuh jelaga itu, ibu-ibu rumah tangga mulai melukis dinding-dinding yang menghitam itu dengan kapur bewarna. Mereka menggambar bunga. Mereka kemudian mengembangkan gambar itu untuk mengecat jendela dan bagian luar rumah, sehingga menjadi satu kebiasaan pada akhirnya.

Awalnya, ornamen ini didominasi geometris dengan titik-titik, kurva, lingkaran, zig-zag, dan garis bergelombang. Sebagai perekat, mereka menggunakan susu, gula, dan putih telur. Kuas lukisnya menggunakan rambut kuda, kulit, atau rambut manusia.

Seperti kebanyakan desa-desa kecil lainnya, penampilan Zalipie yang menarik ini membuat banyak pihak menerbitkan artikel tentang desa ini di sebuah majalah etnografi lokal pada 1905.




Tradisi melukis rumah ini akhirnya digelar setiap tahun, tepatnya pekan pertama setelah Hari Raya Corpus Christi. Lukisan-lukisan rumah akhirnya diperlombakan sejak 1948 dan terjadi beberapa tahun hingga 1965. Selain Zalipie, sejumlah desa di sekitarnya juga memiliki budaya sama, seperti Kuzie, Niwka dan Klyz. 


Pelukis rumah terbaik dari Zalipie dikenal bernama Felicja Curylowa (1904-1974). Sejak kematiannya, rumah tiga kamar miliknya berubah menjadi museum.






Sumber : Amusing Planet

Kamis, 25 September 2014

Yuk, Intip Rumah 'The Hobbit' Dalam Kehidupan Nyata


Rumah kecil yang luar biasa ini adalah 'Rumah Hobbit,' sebuah pondok bertemakan 'Hobbit' yang terinspirasi dari sebuah novel populer. Rumah ini dirancang oleh Arsitek Peter Archer untuk dedikasinya kepada Fan Tolkien, penulis favoritnya. 



'Rumah Hobbit' ini terletak di Chester Country, Pennsylvania, sebuah tempat yang menakjubkan di dekat Philadelphia. Ini sekaligus museum pribadi dimana salah satu penggemar dari 'The Hobbit' bisa menyimpan semua memorabilianya akan karya Tolkien. Ini adalah koleksi 30 tahun, buku, patung, dan koleksi-koleksi lain yang bertemakan 'The Hobbit.'

Archer menjelaskan bahwa dia memulai proyek 'Rumah Hobbit' ini setelah membaca buku 'The Hobbit' dan menonton film 'Lord of The Rings.' Dia senang menginterpretasikan karya Hollywood itu dengan caranya sendiri.




'Rumah Hobbit' dibangun pada 2004. Namun, Anda pastinya mengira ini dibangun pada 1904 atau 1604.




Sumber: Viralnova, NY Daily News