Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Oktober 2014

10 Foto Mengagumkan Hewan dalam Rahim

Foto : Finding Justice
Kesempatan melihat sesuatu dari perspektif berbeda itu sangat menyenangkan. Econers, 10 gambar hewan dalam rahim berikut ini menawarkan cara berbeda untuk melihat mereka. Setidaknya, dalam waktu singkat Anda bisa merenungkan pesan luar biasa yang disampaikan di gambar-gambar ini. 

1. Lumba-Lumba


Foto ini menunjukkan lumba-lumba yang sudah berumur enam bulan masa kehamilan. Lumba-lumba botol ini dapat ditemukan di laut manapun yang suhunya relatif hangat. Mereka dilahirkan setelah 12 bulan. Gigi kecil mulai terbentuk di lumba-lumba yang masih janin ini. Ekor lumba-lumba pun mulai terbentuk.

2. Gajah


Gajah ini sudah berumur 10 bulan dan sudah melewati setengah masa dari 20 bulan lamanya berada di rahim ibunya. Gajah asia ini adalah sudah terbentuk nyaris sempurna, kuku-kuku kecilnya juga sudah bisa dilihat. Tidak seperti manusia, bayi gajah memiliki proporsi fisik yang tetap sama, mulai dari di dalam rahim hingga dewasa.

3. Hiu harimau


Hiu harimau ini segera tumbuh menjadi salah satu predator paling mematikan di laut. Bahkan di dalam rahim sekalipun, gigi mereka yang tajam terlihat jelas dan seperti mengintimidasi mereka untuk memakan saudara-saudara mereka yang belum lahir jika mereka terpaksa melakukannya. 

4. Penguin


Ini adalah gambar dari cangkang telur penguin betina. Penguin kecil ini mengambang di dalam cairan telur. Beberapa hari lagi mereka segera menetas dan masuk dalam lingkungan paling dingin di planet ini.

5. Chihuahua


Janin chihuahua mirip seperti anjing pada umumnya. Setelah lahir, hidung mereka akan menjadi lebih mancung dan gigi-gigi remaja mereka akan tumbuh.

6. Cheetah


Cheetah mungkin sangat membenci air. Cheetah junior ini akan lahir dua bulan lagi dan mereka tak punya pilihan selain tetap berenang di cairan amnion ibunya. Dalam waktu tak lama lagi, hewan ini akan berkembang menjadi karnivora tercepat di Bumi ini.

7. Ular


Embrio ular ini tumbuh di dalam telur, seperti burung. Meskipun tanpa kaki membuat mereka tampak asing dan menakutkan semua orang, ular sesungguhnya memiliki banyak kesamaan dengan kadal dan burung karena otak mereka terbentuk sempurna, juga memiliki tulang belakang.

8. Marsupial


Marsupial ini masih belum berkembang dan akan melanjutkan fase selanjutnya. Hewan ini akan melanjutkan perkembangannya ke kantong induknya sampai cukup berkembang untuk lahir.

9. Hiu lemon


Hiu lemon kecil ini hampir menyerupai berudu dengan insang aneh berjumbai. Hanya dalam beberapa pekan, hewan kelaparan ini akan siap berburu mangsa dan salah satu karnivor tercepat.

10. Beruang kutub


Beruang kutub ini telah memiliki bulu isolasi mereka dan sudah memiliki cakar kecil. Dua ekor beruang kutub ini adalah kakak beradik dan berada di rahim induknya. Mereka saling berpelukan erat layaknya saudara. Lucu ya?

Sumber : Listverse, Rayan Johnson

Minggu, 12 Oktober 2014

Fotografi '7 Hari dengan Sampah' Imbau Kita Lebih Peduli Lingkungan


Econers, sampah menjadi masalah universal saat ini, terlebih di negara maju dan berkembang karena penggunaan massal plastik, kemasan makanan cepat saji, dan kemasan sampah rumah tangga lainnya. Sayangnya, belum semua orang mau peduli dan mempunyai kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, apalagi mengelolanya dengan cara yang dianjurkan, yaitu reduce, reuse, recycle. 

Di Amerika Serikat, masyarakatnya rata-rata menghasilkan lebih dari dua kilogram sampah sehari. Itu adalah 50 persen dari jumlah yang dihasilkan di negara-negara Eropa Barat.

Fotografer California, Gregg Segal mencoba membuat karya yang diberi judul '7 Hari dengan Sampah.' Foto-fotonya berikut ini menunjukkan teman-teman, tetangga, bahkan orang asing dari berbagai latar belakang sosial ekonomi yang berbaring dengan sampah-sampah mereka sendiri yang dikumpulkan selama satu minggu.













Sumber: Amusing Planet, Gregg Segal

Ketika Hewan pun Mencoba Selfie


Selfie menjadi salah satu hobi wajib sebagian besar orang saat ini. Tak peduli ketika berada di taman, pusat perbelanjaan, kafe, kantor, bahkan di kamar mandi umum sekali pun, Anda akan mencoba selfie dan menghasilkan foto-foto terbaik untuk diunggah ke media sosial atau sekadar menjadi koleksi pribadi.

Lalu, apa jadinya jika yang melakukan selfie itu adalah hewan? Nah, kolaborasi antara art director Silvio Medeiros dan Diomedia Stock Photos Brazil berikut akan mengajak Anda melihat sejumlah gambar satwa liar di luar sana yang didesain melakukan selfie. 

"Semua ide ini untuk menunjukkan pada orang-orang bahwa selama mereka memiliki ponsel dan kamera berkualitas bagus, semua orang, siapapun itu, bisa menjadi fotografer," ujar Mederios.

Econers, siap-siap bersorak untuk menyaksikan seri foto berikut. Jangan lupa, siapkan kamera close up Anda!










Sumber : Brit.co, Diomedia, Pinterest

Jumat, 03 Oktober 2014

Lucunya, Kucing Ini Tertidur Lelap Sambil Peluk Boneka


Seekor kucing betina jenis Folt Skotlandia berusia empat tahun ini memang memiliki hobi sama seperti kucing peliharaan lainnya, seperti mengeong, mencakar, tidur, duduk di atas laptop empunya, hingga mengelus-elus kaki tuannya. Namun, meong yang ada di dalam video ini berbeda, yaitu tidur sambil memeluk boneka. 




Ya, kucing lucu ini sama seperti anak perempuan lainnya. Dia memiliki boneka favorit bewarna merah muda. Si meong sama sekali tak melepaskan pelukannya terhadap boneka kecilnya itu. Penasaran? Anda bisa menyaksikannya di video berikut.


Sumber : Rocket News 24, YouTube

Kucing Cantik Ini Pilih Tinggal di Kardus Ketimbang Rumah Mahal


Econers, ini adalah foto dari kucing bermata biru yang cantik. Foto ini sederhana, namun membuat kita menyadari bahwa hal-hal yang baik itu tidak selalu datang dalam paket mewah.

Itulah yang bisa kita pelajari dari seekor kucing Jepang peliharaan pemilik akun Twitter @rin_ragdoll. Di akunnya, Rin menceritakan bahwa kucingnya tidak mau tidur di dalam rumah kucing mahal yang telah dibelikannya untuk si binatang peliharaan. Padahal, dia sudah membelikan dua rumah kucing sekaligus yang sudah berisi sofa, tirai, dan kursi. 

"Rumah kucingku ini kubeli seharga 23 dolar AS (Rp 250 ribu) dan rumah lainnya yang bewarna putih di belakang rumah pertama kubeli seharga 64 dolar AS. Tapi, dia memilih tidur di kardus ini," tulis Rin.

Bukankah itu juga sering terjadi pada kehidupan kita? Tak jarang kita membeli barang mahal dan berharap itu akan membawa kebahagiaan untuk kita. Namun, lama kelamaan kita menyadari bahwa barang lama kita yang jauh lebih sederhana ternyata lebih beharga.

Terima kasih untuk pelajaran hidup ini, kitty! 

Sumber : Rocket News 24

Selasa, 30 September 2014

Kadet Cantik Ini Bikin Netizen Mau Gabung di Militer China


Banyak orang mengatakan bahwa kelompok idola atau girlband menjadi hiburan bagi banyak tentara laki-laki yang letih sehabis bekerja keras. Di China, tampaknya tentara di sana sudah memiliki idola sendiri.

Ya, baru-baru ini netizen dihebohkan oleh penampilan seorang kadet (taruna akademi militer) wanita bernama Joyin. Dia sangat menarik dan meraih popularitas internasional secara online ketika foto-fotonya diunggap ke media sosial. 

Mahasiswa fotografi dari Universitas Zhejian, Yan Jiajun mengambil gambar upacara indoktrinasi militer tahunan di sana. Dia kemudian mendapatkan sosok Joyin, taruna wanita tercantik di antara lainnya. 

Beberapa netizen bahkan berkomentar mereka tak berkeberatan bergabung dengan tentara militer China demi Joyin.

Joyin bisa tampil menggemaskan


Playful


Innocent


Dia bahkan lucu ketika minum


Enoners, apakah menurut Anda dia cantik?

Sumber : Rocket News 24

Sabtu, 27 September 2014

Sisi Gelap Kota Hongkong


Penasihat investasi dan fotografer Jonathan van Smit adalah salah satu dari beberapa orang asing yang pernah melihat sisi gelap dari Kota Hong Kong. Pria asal Selandia Baru ini menceritakan gaya hidup beberapa ekspatriat Barat di Hongkong.

�Saya tahu beberapa ekspatriat Barat yang tidak pernah makan makanan Cina, jarang bersosialisasi di luar komunitas mereka. Mereka di sini untuk menghasilkan uang dan tidak mengalami perubahan budaya. Mereka hidup di dunia yang sebagian besar ekspatriat, anak-anak mereka pergi ke sekolah internasional, pembantu mereka melakukan pekerjaan rumah tangga, memasak dan berbelanja,� katanya. 

Dia mengkritik kehidupan para kaum ekspatriat Barat yang cukup timpang dengan keadaan sekitarnya. Bagian lokal Hongkong menjadi benar-benar asing bagi mereka.

Hongkong menjadi surga atau neraka, bergantung pada siapa Anda bertanya. Di sana dapat ditemukan �kandang masyarakat�. Warga yang tak mampu secara ekonomi tinggal di kandang atau tempat yang sangat kecil dan sempit. Mereka mengemis di jalanan yang sibuk atau hidup dari bantuan sosial yang dananya cukup minim. Makanan, harga sewa tempat tinggal yang mahal, kehilangan pekerjaan, bisa menjadi masalah hidup dan mati. Berikut ini hasil bidikan Van Smit tentang sisi gelap Hong Kong.









Sumber: Rocket News 24