Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2016

Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung



Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung

Selamat malam sahabat note travelling. Walaupun sekarang cuaca sering turun hujan, namun jangan sampai mengurungkan niat Anda untuk pergi berwisata menikmati keindahan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Kali ini saya akan memberikan informasi menarik mengenai tempat wisata religi. Wisata religi kali ini yang terpilih adalah Masjid Raya Bandung. Disana Anda tidak hanya bisa beribadahbagi umat muslim, namun berwisata ke masjid ini, anda bisa melihat kemegahan dan keagungan masjid tersebut. Tempat wisata religi yang ada di Bandung begitu menjadi populer dan favorite dikalangan masyarakat di Indonesia, khususnya warga Bandung sendiri.
Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung :

- Masjid Agung didirikan pada tahun 1812. Masjid ini pada awalnya dibangun dengan bentuk bangunan panggung tradisional yang sederhana, bertiang kayu, berdinding anyaman bambu, beratap rumbia dan dilengkapi sebuah kolam besar sebagai tempat mengambil air wudhlu.

- Pada tahun 1826 dilakukan perombakkan terhadap bangunan masjid dengan mengganti dinding bilik bambu serta atapnya dengan bahan dari kayu.

- Perombakan dilakukan lagi tahun 1850 seiring pembangunan Jalan Groote Postweg (kini Jalan Asia Afrika).

- Tahun 1900 Masjid Agung dibuat lebih representative, lengkap dengan ciri khusus seperti masjid tradisional pada umumnya, yaitu bentuk segi empat dan atap tumpang susun tiga, serta dilengkapi Mihrab, Pawestren, Bedug, Kentongan dan Kolam, tetapi belum dilengkapi dengan menara.

- Tahun 1930 berdasarkan rancangan arsitek Maclaine Pont, Masjid Agung dilengkapi dengan serambi (pendopo) depan dan sepasang menara pendek beratap tumpang susun di kiri dan kanan bangunan.

- Pada tahun 1955 Masjid Agung mengalami perombakan total.

- Pada tangga19 Juni 1972 berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat No.234/A-V/16/SK/72 tentang Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Agung Bandung, maka dilakukanlah Peletakan Batu Pertama oleh Bapak Gubernur Jawa Barat bersama Pangdam VI Siliwangi.

- Untuk mengembalikan citra Masjid Agung agar menjadi kebanggaan masyarakat Bandung dan Jawa Barat, maka terbitlah SK Walikota Bandung Nomor 023 Tahun 2001 tanggal 11 Januari 2001 tentang Panitia Pembangunan Masjid Agung.

- Pada tanggal 4 Juni 2003, Renovasi Masjid secara besar-besaran mengundang perhatian Bapak Gubernur Jawa Barat, HR.Nuriana.

- Proses pembangunan dan penataan ulang kawasan alun alun dan masjid Agung Bandung dinyatakan selesai pada tanggal tanggal 13 Januari 2006. Bersamaan dengan pergantian nama dari Masjid Agung Bandung menjadi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat serta menyandang predikat sebagai masjid provinsi, namun masyarakat Bandung kebanyakan masih menyebutnya sebagai Masjid Agung Bandung.
 
Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung
 
Itulah sekilas sejarah mengenai Masjid Raya Bandung. Taman disekitar masjid sangatlah indah, Anda bisa santai sambil duduk-duduk ditaman. Mengajak keluarga tercinta ke masjid yang indah ini sangatlah cocok sekali. Banyak pengunjung yang datang mengabadikan moment dengan berfoto-foto juga. Tampilan dan interior dalam masjid sangat menakjubkan. Anda akan berdecak kagum saat melihat kemegahan masjid ini, SUBHANALLAH kata yang pas untuk diucapkan saat melihat indahnya masjid raya Bandung ini.
Masjid ini tidak pernah sepi dengan jamaah yang berdatangan, lingkungan masjid pun tampak bersih dan terjaga. Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi masjid ini, Anda bisa mengatur jadwal akhir pekan Anda mengunjungi Masjid Raya Bandung ini. Saya akan memberikan informasi akses atau rute yang bisa ditempuh untuk sampai ke wisata religi ini.

Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung
 
Akses atau Rute Perjalanan yang bisa ditempuh :

- Bandara Husein Sastranegara

Dari Bandara Husein Sastranegara naik ojek ke perempatan Patung Husein (perempatan Padjajaran-Abdurrahman Saleh-Aruna). Lalu naik angkot hijau Cimahi-Stasiun Hall turun di Stasiun Hall. Dari Stasiun Hall naik angkot hijau muda-hijau 12 Stasiun Hall-Gede Bage turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Stasiun Bandung

Keluar pelataran selatan/Jalan Stasiun Timur, jalan ke Terminal Stasiun Hall, disitu naik angkot hijau muda-hijau 12 Stasiun Hall-Gede Bage turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Stasiun Kiaracondong
Keluar ke Jalan Kiaracondong, disitu naik salah satu Angkot hijau-kuning 01A Kalapa-Cicaheum via Binong/angkot coklat-krem-coklat 07 Ciwastra-Cicaheum/angkot biru-kuning-biru 15 Margahayu Raya-Ledeng/angkot putih-hijau 18 Riung Bandung-Dago/angkot merah-hijau 30 Kalapa-Cicadas/angkot hijau-biru-hijau 32 Cibiru-Cicadas turun di Jalan Jakarta. Dari Jalan Jakarta naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Terminal Cicaheum
Dari Terminal Cicaheum naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Terminal Leuwipanjang
Dari Terminal Leuwipanjang naik bis Damri Leuwipanjang-Cicaheum turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Cimahi
Dari Cimahi naik bis Damri Ciburuy-Alun Alun turun di Masid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Cileunyi
Dari Cileunyi naik bis Damri Jatinangor-Dipatiukur turun di Jalan Jakarta. Dari Jalan Jakarta naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Jakarta
Dari Stasiun Gambir naik KA Argo Parahyangan Jakarta-Bandung turun di Stasiun Bandung. Keluar pelataran selatan/Jalan Stasiun Timur, jalan ke Terminal Stasiun Hall, disitu naik angkot hijau muda-hijau 12 Stasiun Hall-Gede Bage turun di Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Cirebon
Dari Terminal Harjamukti naik bis Cirebon-Bandung turun di Terminal Cicaheum. Dari Terminal Cicaheum naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

- Tasikmalaya
Dari Terminal Indihiang naik bis Tasikmalaya-Bandung turun di Terminal Cicaheum. Dari Terminal Cicaheum naik salah satu bis Damri Cicaheum-Cibeureum/Cicaheum-Leuwipanjang/Cibiru-Kebon Kalapa turun di Alun Alun/Masjid Raya Bandung (Masjid Agung).

Itulah informasi "Sekilas Tentang Masjid Raya Bandung". Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan membuat Anda yang belum pernah kesana, segera mengunjungi Masjid yang megah tersebut.

 
Terima Kasih,

Salam Blogger :)

Minggu, 24 Januari 2016

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah


Selamat siang sahabat note travelling...

Kali ini saya akan memberikan informasi wisata yang ada di Jepara Jawa Tengah. Apa kalian tahu mengenai kota tersebut? Jepara merupakan ibu kota kabupaten Jepara yang terdapat di provinsi Jawa Tengah. Di Jepara sering diadakan berbagai acara-acara menarik seperti pagelaran seni dan budaya, pagelaran ketoprak spektakuler, festival budaya Jepara, festival bedug jepara, dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak mengenai kota ini, sepertinya Anda perlu mengunjungi tempat-tempat wisata menarik yang ada di kota Jepara tersebut.

Selain kaya akan seni dan budaya nya, Jepara juga memiliki tempat-tempat wisata yang menarik untuk Anda kunjungi. Banyak tempat-tempat bersejarah yang harus Anda tahu mengenai asal usul berdirinya tempat tersebut. Di Jepara akan banyak ditemui juga wisata kuliner yang patut Anda coba. Cita rasa makanan khas Jepara juga tidak kalah enaknya. Indonesia memang sangat kaya akan keindahan alamnya, terutama taman-taman wisata yang ada di Jepara. Salah satu yang paling terkenal dari jepara adalah kayu asli Jepara. Banyak juga pengrajin ukiran kayu yang ada di Jepara. Maka tidak heran jika Jepara mendapat julukan sebagai kota ukir.

Semakin penasaran dengan tempat-tempat wisata yang ada di Jepara?! Mari kita simak informasi mengenai 12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah :

1) Museum R.A. Kartini

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Jika Anda berlibur ke Jepara jangan lupa untuk mengunjungi tempat bersejarah dan tempat wisata terbaik di Jepara. Terletak di sebelah utara alun-alun kota Jepara, Anda akan begitu mudah mendapati salah satu tempat wisata di Jepara ini. Museum R.A. Kartini adalah objek wisata sejarah Jepara, menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi peninggalan RA Kartini, juga benda-benda peninggalan maupun foto- foto dari kakak kandungnya Drs. RMP. Sosrokartono, serta berbagai benda-benda purbakala periode abad ke-7 di era Ratu Shima. Ratu Shima adalah penguasa kerajaan Kalingga di daerah Keling Kabupaten Jepara pada masa itu.

Di museum RA. Kartini ini juga, Anda dapat menyaksikan kerangka ikan raksasa �Joko Tuo� sepanjang 16m dan lebar 2m dengan berat 6 ton. Ikan tersebut ditemukan pada tahun 1989 di Pulau Karimunjawa dalam keadaan mati, namun masih meninggalkan sisa-sisa daging. Objek wisata Jepara yang satu ini adalah juga kekayaan wisata Jawa Tengah, dan terbuka untuk publik setiap hari, mulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Untuk dapat masuk, Anda harus membayar tiket masuk museum RA. Kartini sebesar Rp 2 ribu per orang, menjadi Rp 3 ribu di saat akhir pekan dan hari libur.

2) Pantai Kartini

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah
Nah, bagi Anda yang menyukai liburan dengan melihat keindahan pantai, Jepara juga memiliki pantai yang sangat indah dan patut untuk Anda kunjungi bersama dengan keluarga tercinta. Pantai kartini merupakan salah satu tempat wisata terbaik yang ada di Jepara. Pantai Kartini letaknya sangatlah strategis, berada di Bulu, Jepara, Jawa Tengah. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari pendopo Kantor Bupati Jepara. Berbagai wahana permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dermaga, dan aquarium kura-kura dapat ditemukan di pantai Jepara yang satu ini.

Mengapa dinamakan pantai kartini? Pantai Kartini juga merupakan salah satu pantai yang menjadi tempat bermain RA. Kartini semasa kecil bersama dengan saudara-saudarinya. Inilah sebab objek wisata di Jepara ini dinamakan sebagai Pantai Kartini untuk mengenang jasa pahlawan nasional Indonesia tersebut.

Untuk dapat masuk ke tempat wisata pantai kartini, Anda harus membayar tiket masuk Pantai Kartini sebesar Rp 3 ribu per orang, belum termasuk tiket kendaraan roda dua, bis, dan roda empat. Di akhir pekan dan hari libur, harga tiket masuk pantai menjadi Rp 5 ribu per orang.

3) Taman Nasional Karimun Jawa
 
12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Taman Nasional Karimun Jawa adalah sebuah destinasi wisata terbaik yang ada di Indonesia dan terdapat di daerah Jepara. Taman Nasional Karimunjawa memiliki tipe ekosistem hutan hujan daratan rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. Pesona biota lautnya di antaranya adalah lebih dari 90 jenis karang keras, 242 jenis ikan hias, hingga 133 genera akuatik. Beberapa biota laut di Karimunjawa ini adalah biota yang dilindungi. Beberapa destinasi wisata di Indonesia yang mengagumkan seperti Karimunjawa ini dapat Anda temukan pula di kawasan wisata Bunaken dan Raja Ampat di Papua.

Ada banyak kegiatan wisata memikat yang dapat Anda lakukan di Karimunjawa. Karakteristik seluruh pantai di Karimunjawa memiliki hamparan pasir putih dengan garis pantai yang panjang, berjemur di bawah sinar matahari adalah salah satu kegiatan yang disukai banyak wisatawan. Objek wisata Jepara ini menyuguhkan Anda berbagai olahraga air yang seru, menyelam, snorkeling, memancing, berenang, berjemur, atau menjelajahi lautnya yang jernih. Selain itu, berbagai keunikan budaya dan tradisi penduduk lokal di sana adalah objek interaksi sosial yang menarik selama kunjungan wisata Anda di tempat wisata Jepara yang satu ini.

4) Pulau Panjang
 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Jika Anda ingin mengunjungi tempat wisata seperti pulau, Jepara juga memiliki tempat wisata terbaiknya yaitu Pulau Panjang. Pulau Panjang dikelilingi laut dangkal dengan dasar terumbu karang dengan pantai berpasir putih. Air laut di sebelah selatan dan barat pulau ini cukup jernih dan tidak berarus, sehingga merupakan tempat yang tepat berenang, snorkeling, dan bermain kano. Pulau seluas 19 ha ini dapat ditempuh dari dermaga di Pantai Kartini, dan hanya berjarak 2.5 km.

Mengelilingi pulau dengan berjalan menyusuri pantai atau menyusuri jalan (paving block) sambil menikmati pemandangan adalah kegiatan menarik lain yang sering dilakukan wisatawan. Bagian tengah pulau ini adalah struktur hutan tropis dengan pohon-pohon besar dan tinggi menjulang diselingi perdu dan semak dan menjadi tempat bagi burung laut untuk bermalam dan berkembang biak. Untuk dapat sampai di tempat wisata Jepara yang satu ini, Anda harus membayar tiket perahu wisata yang akan mengantarkan Anda ke pulau sebesar Rp 12 ribu dari dermaga Pantai Kartini. Dan tiket masuk Pulau Panjang adalah sebesar Rp 3 rbu per orang, Anda memiliki waktu satu hari penuh untuk menikmati kawasan wisata Jepara yang satu ini.

5) Pantai Teluk Awur 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah
 
Pantai yang berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Jepara ini adalah salah satu tempat wisata terbaik di Jepara yang menarik untuk Anda kunjungi. Cara paling populer dilakukan wisatawan untuk menikmati pantai ini adalah berenang dan bermain air laut. Pantai Teluk Awur adalah destinasi wisata yang tidak dikenakan biaya apapun untuk masuk, alias gratis. Pantai Teluk Awur menyajikan suguhan pemandangan yang sangat indah dan betah membuat kita berlama-lama di pantai ini.

6) Pantai Ombak Mati (Pantai Bondo) 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Pantai Ombak Mati atau lebih dikenal dengan Pantai Bondo ini terletak di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Sesuai namanya, dinamakan Pantai Ombak Mati karena ombak di pantai ini hampir tidak ada. Pantai Bondo atau Pantai Ombak Mati ini adalah salah satu objek wisata alternatif terbaik yang dapat Anda kunjungi jika sedang berada di Jepara. Suasana pantai ini cukup sepi dan tenang. Anda bisa menikmati keindahan pantai Bondo ini tanpa harus mendengar hiruk-piruk wisatawan lainnya. Bagi Anda yang penasaran dengan pantai ini jadikan pantai ombak mati atau pantai bondo ini menjadi daftar tempat wisata Anda selanjutnya saat berada di Jepara.

7) Pantai Bandengan
 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Terletak di arah utara kota Jepara sejauh 7 km dari pusat kota, pantai Bandengan adalah sebuah pantai di Jepara dengan air yang begitu jernih dan bersih, memiliki hamparan pasir putih yang indah. Di kawasan pantai ini pula Anda dapat menikmati panorama sunset yang menawan. Pantai Bandengan menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Jepara.

Ada banyak kegiatan menarik yang dilakukan di Pantai Bandengan, di antaranya berkemah, volley pantai, hingga sepeda santai. Tempat wisata Jepara yang satu ini juga kerap dijadikan sebagai tempat ajang permainan motor cross serta pertunjukan festival layang-layang skala regional, nasional, maupun internasional. Jika Anda berkunjung ke Jepara, jangan lupa untuk menikmati keindahan Pantai Bandengan ini.

8) Benteng Portugis 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Bosan dengan liburan Anda yang begitu saja? Ingin mencoba tempat wisata unik dan menarik, silahkan Anda kunjungi Benteng Portugis yang ada di Jepara. Benteng Portugis di Jepara adalah sebuah cagar budaya yang dilindungi, memiliki panorama alam yang memikat dengan suguhan pemandangan bukit, panorama pantai, serta hamparan batuan sedimen yang menawan. Benteng Portugis ini dibangun di atas bukit batu yang berposisi di pinggir laut, di bagian utara benteng persis berhadapan dengan Pulau Mondoliko.

Di masa lampau, benteng ini memiliki peran strategis dalam mengontrol jalur pelayaran kapal dari Jepara ke Indonesia bagian timur dan sebaliknya. Benteng yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo ini menawarkan suguhan keindahan alam yang begitu disukai banyak kalangan penikmat perjalanan. Benteng Portugis patut Anda kunjungi karena merupakan tempat wisata terbaik di Jepara.

9) Pulau Mandalika 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Selain Pulau Panjang, tempat wisata terbaik di Jepara lainnya adalah Pulau Mandalika. Pulau Mandalika merupakan pulau kecil yang berada di laut jawa yakni di sebelah utara laut utara Jawa Tengah. Pulau Mandalika berjarak 2 Km dari utara Desa Ujung Watu, Kabupaten Jepara. Untuk menuju Pulau Mandalika ini Anda dapat menggunakan perahu nelayan dengan waktu sekitar 30 menit. Pulau ini juga berada 2 Km dari bibir pantai atau 500 meter dari lokasi tempat wisata Tebing Benteng Portugis yang terletak di pesisir pantai Ujung Watu. Pulau Mandalika sangat terkenal dengan keindahan alamnya. Anda akan betah berlama-lama di pulau tersebut. Tempat wisata ini sangat cocok untuk Anda dan keluarga.

10) Air Terjun Songgolangit
 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Apa Anda senang menikmati liburan dengan melihat keindahan air terjun? Di Jepara memiliki wisata terbaik air terjun yang sangat indah. Tempat wisata terbaik di Jepara ini dinamakan sebagai �Air Terjun Songgolangit� karena jika dilihat dari bawah, maka air terjun tersebut tampak seolah sedang menyangga horizon langit. Terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembang sejauh 30 km arah utara dari pusat kota Jepara, Air Terjun Songgolangit memiliki ketinggian 80 m dengan lebar 2 m.

Udara yang segar dengan panorama alam yang indah adalah daya tarik dari air terjun di Jepara ini. Di tempat ini pula, ada banyak kupu-kupu dengan warna-warni yang indah. Menurut kisah masyarakat setempat, konon air terjun ini ditunggui oleh sepasang suami isteri yang ikut menjaga kenyamanan para wisatawan untuk menikmati keindahan di kawasan air terjun, sebab para wisatawan adalah tamu yang perlu dihormati dan dijaga keamanannya dan kenyamananya.

11) Goa Tritip
 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Goa Tritip Terletak di desa Jung Watu, Kecamatan Keling atau 45 Km sebelah utara kota jepara berdekatan dengan benteng portugis. Goa Tritip menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Jepara. Pada zaman dahulu gua tritip digunakan oleh Mbah Joyo Kusumo untuk bertapa yang kemudian sekarang banyak diartikan orang sebagai tempat petilasannya. Tiap malam jum'at diberi sesajen berupa wedang gula dan wedang kopi. Namun pada malam jum'at wage sajian itu ditambah dengan kelapa muda dan bubur merah putih. Di sekitar daerah tersebut terdapat perahu kayu. Perahu tersebut konon katanya menjadi tempat pertapaan Mbah Joyo Kusumo.

Namun sekarang perahu yang terletak di gua tritip sudah tinggal setengah karena banyak diambil oleh orang-orang yang berkunjung disana untuk membuat api unggun dan lain sebagainya. Banyak pengunjung yang datang pada malam jum'at wage agar hajatnya tercapai setelah melakukan pertapaan melalui perantara mbah Joyo Kusumo kepada Tuhan Yang Maha Esa.

12) Pantai Empu Rancak
 

12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah

Pantai Empu Rancak Wilayah Jepara terkenal dengan keindahan pantai pasir putih, hampir semua pantai yang berpasir putih untuk dijadikan tempat wisata, salah satu yang tak kalah menarik yaitu pantai Empu rancak, kawasan ini banyak ditemui pilihan makanan menu seafood.

Pantai Empu Rancak terlentak di Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo. Pantai ini masih terlihat sepi, sebab memang belum banyak yang mengenal wilayah ini. Namun sejak empat tahun terakhir, kawasan ini sudah mulai dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat. Oleh sebab itu, Pantai Empu Rancak menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Jepara. Semoga ke depannya, wisata ini semakin ramai oleh pengunjung yang berdatangan.

Itulah informasi mengenai 12 Tempat Wisata Terbaik di Jepara Jawa Tengah yang wajib Anda kunjungi di liburan Anda selanjuntya. Masih banyak lagi informasi menarik lainnya tentang tempat wisata, wisata indonesia, wisata alam, laut dan pantai, pegunungan, pulau-pulau, wisata kuliner, tempat penginapan, dan lain sebagainya yang bisa Anda simak hanya di note travelling. Pusat informasi wisata-wisata menarik dari berbagai penjuru ibu kota ada di note travelling.

***************************************

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Salam Blogger :)

Senin, 16 November 2015

Wisata Curug Bibijilan Sukabumi "Air Terjun yang Mempesona"


CURUG BIBIJILAN SUKABUMI

Wisata Curug Bibijilan Sukabumi "Air Terjun yang Mempesona". Sukabumi merupakan daerah dengan luas wilayah terkecil yang berada di kawasan provinsi Jawa Barat. Namun walaupun termasuk ke dalam wilayah terkecil di Jawa Barat, Sukabumi mempunyai banyak tempat-tempat wisata yang menarik sekali untuk dikunjungi. Sukabumi memiliki iklim udara yang sejuk dan dikelilingi oleh pegunungan yang hijau. Sukabumi juga terkenal dengan tempat wisata curug atau air terjunnya yang mempesona. Salah satu curug yang cukup terkenal di Sukabumi adalah Curug Bibijilan. Apakah kalian sudah pernah mendengar nama curug Bibijilan?

Baca juga informasi wisata menarik lainnya : 

Curug atau Air terjun Bibijilan merupakan tempat wisata bermain air sekaligus arena untuk panjat tebing dan juga flying fox. Tentunya curug ini menjadi tempat favoritnya orang-orang yang menyukai olahraga yang cukup menantang tersebut. Curug Bibijilan tepatnya berada di kawasan wisata Buni Ayu, Kampung Lebak Nangka, Desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat dan memiliki ketinggian sekitar 100 m dengan airnya yang dingin dan sejuk sekaligus jernih yang meluncur dari bebatuan kapur pada tebingnya. Curug ini membentuk tingkatan-tingkatan kecil dan setiap tingkatannya dapat didaki hingga mencapai puncak atasnya. Jika musim hujan tiba, Curug Bibijilan tidak diperbolehkan untuk dikunjungi karena debit airnya yang cukup tinggi dan deras. Curug ini sangat tepat dikunjungi selain musim penghujan.

CURUG BIBIJILAN SUKABUMI 

CURUG BIBIJILAN SUKABUMI

Bagaimana akses menuju ke tempat wisata Curug Bibijilan, Sukabumi ?

Nama Bibijilan sendiri berasal dari bahasa sunda yang mempunyai arti bermunculan, dengan kata lain air yang bermunculan berasal dari dalam perut bumi (dari dalam gua) yang kemudian membentuk teras dengan membentuk aliran air dan kolam-kolam kecil disekitar air terjunnya. Jika Anda ingin mengunjungi tempat wisata tersebut, dapat ditempuh dengan berjarak sekitar 40 km arah tenggara kota Sukabumi dan dapat dijangkau dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi dengan kondisi jalan beraspal dan sedikit berlubang. Setelah setengah jalan menuju Sagaranten atau ditempuh selama 1,5 jam, di sebelah kiri jalan ada pos atau gapura bertuliskan Goa Buni Ayu PERHUTANI, lalu masuk ke dalam melewati kebun pinus sejauh 1,5 km menuruni bukit dengan jalan beraspal hingga tiba di pos penjagaan ke 2, di depan goa. Lokasi Curug Bibijilan ini tidak jauh dari pos ke dua ini.

CURUG BIBIJILAN SUKABUMI

Baca juga informasi wisata menarik lainnya :
Kawasan Agrowisata Gunung Mas !!!
 
Bagaimana dengan harga tiket dan fasilitasnya?
 
Tiket masuk hanya sekitar Rp4000/orang dan parkir untuk kendaraan roda dua dikenai biaya sekitar Rp2000/kendaraan dan roda empat dikenai biaya sekitar Rp4000/kendaraan. Curug Bibijilan sangat tepat bagi Anda yang ingin menikmati liburan dengan harga yang terjangkau dan murah. Fasilitas lainnya selain adanya lahan parkir, juga tersedia toilet, mushola, warung makan dan juga tempat untuk berisitirahat. Dijamin Anda akan merasa puas jika berlibur ke Curug Bibijilan, Sukabumi.

KAWASAN BUNI AYU 

Baca juga informasi wisata menarik lainnya : 
Itulah informasi mengenai Wisata Curug Bibijilan Sukabumi "Air Terjun yang Mempesona". Semoga bisa menjadi tambahan referensi bagi Anda yang menyukai travelling sekaligus menambah daftar tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia.

KAWASAN BUNI AYU
Kawasan Buni Ayu

Terima Kasih.... :)

Sabtu, 14 November 2015

Wisata Curug Orok Garut Yang Memukau Dan Menawan


WISATA CURUG OROK YANG MEMUKAU DAN MENAWAN

Wisata Curug Orok Garut Yang Memukau Dan Menawan. Garut memang kaya dengan pesona alamnya yang indah dan sejuk. Salah satu di antaranya yang dapat dinikmati di kawasan wisata Garut adalah Curug Orok. Curug Orok merupakan sebuah objek wisata berupa air terjun yang berada di sisi selatan Kota Garut. Curug Orok merupakan satu dari beberapa air terjun di Garut yang paling mudah diakses dan cukup populer. Curug ini terdiri dari dua buah curug yaitu curug besar yang mana aliran airnya jatuh langsung dari atas tebing yang berasal dari aliran sungai di atasnya. Limpahan curahan air ini membentuk kolam air dibawahnya. Kolam ini cukup besar dan tidak terlalu dalam sehingga dapat digunakan untuk sekedar mandi ataupun berendam. Sedangkan curug yang kecil terdiri dari beberapa kucuran air yang keluar dari rembesan dinding tebingnya.
 
Untuk memasuki area wisata ini, setiap pengunjung dikenakan tarif 10.000 rupiah per orang. Sedangkan kendaraan dapat diparkir di area parkir yang tersedia di beberapa lokasi dengan tarif normal. Didekat curug ini tersedia dua buah toilet yang sekaligus berfungsi sebagai tempat bilas. Sayangnya kondisinya kurang baik bahkan mengenaskan. Untuk memdapatkan toilet yang lebih baik tersedia di area dekat parkir. Selain toilet yang lebih baik di area parkiran juga terdapat beberapa fasilitas seperti kolam renang, gazebo, area perkemahan, area permainan anak, penginapan, mushola, dan rumah makan.
 
Wisata Curug Orok Garut Yang Memukau Dan Menawan

Bagaimana area parkir di kawasan wisata tersebut?
 
Area parkiran cukup luas dan dapat menampung kendaraan yang cukup banyak, baik roda dua maupun empat. Kapasitas area ini sekitar 500 m2 dengan daya tampung 10 bus, 20 mobil dan 50 motor. Waktu tempuh menuju lokasi ini sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Garut. Dari pusat kota Garut, kita dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan Cikajang, sekitar 25 kilometer ke arah selatan, melalui Jalan Raya Cimanuk, Jalan Raya Bayongbong, Jalan Raya Cisurupan, hingga tiba di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang. 
 
Wisata Curug Orok Garut Yang Memukau Dan Menawan
 
  
Apa saja akses yang dapat digunakan untuk bisa menunju ke Curug Orok ?

  • Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi
Bila menggunakan kendaraan pribadi dari kota Garut perjalanan di arahkan ke kecamatan Cikajang. Sesampainya di kecamatan ini akan ditemui pertigaan yang dikenal dengan nama pertigaan Papanggungan. Ambil belokan ke kanan ke arah Curug Orok, selanjutnya ikuti jalan tersebut hingga tiba di jalan masuk ke lokasi wisata yang ditandai dengan adanya plang di sebelah kiri jalan �Wana Wisata dan Bumi Perkemahan Angling Darma: Curug Orok, Ci Kahuripan, Curug Kembar�.

Setibanya di gerbang pintu masuk tersebut, perjalanan diteruskan ke pelataran parkir yang berjarak sekitar 500 m dengan konsisi jalan tanah yang sudah dikeraskan. Sebelum tiba di area parkir akan ditemui pos jaga sekaligus loket tiket masuk. Setiba di area parkir kendaraan perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menuruni jalan setapak yang sudah dibuatkan undakan (sebagian sudah dibuatkan dari semen) sejauh sekitar 200 m menuju lokasi curug berada, Jalan setapak ini cukup curam dan licin bila hujan.

  • Bagi yang menggunakan kendaraan umum
Sedangkan bagi yang menggunakan kendaraan umum, dari terminal Guntur di pusat kota Garut naik angkot jurusan Garut - Cikajang. Turun di pertigaan Papanggungan. Dari pertigaan ini ganti naik angkot biru kuning dengan jurusan Curug Orok. Ongkos angkot Garut - Cikajang adalah Rp 5000 sedangkan Papanggungan - Curug Orok adalah Rp. 3000. Setiba di depan gapura masuk kawasan wisata Curug Orok perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki hingga tiba di lokasi.
 
CURUG OROK GARUT


Mengapa dinamakan Curug Orok ?
 
Asal mula air tejun ini dinamakan Curug Orok karena menurut cerita masyarakat setempat pada tahun 1968 ada seorang wanita muda yang membuang bayinya dari puncak air terjun, sehingga air terjun tersebut dinamakan Curug Orok. Kalau dilihat dari bentuknya curug ini mempunyai 2 curug, di mana yang besar melambangkan keberadaan ibu si bayi dan yang kecil melambangkan bayi tersebut.

Cukup sekian informasi mengenai "Wisata Curug Orok Garut Yang Memukau Dan Menawan". Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan menjadi bahan referensi liburan Anda berikutnya. Terima kasih.

CURUG OROK GARUT
Curug Orok Garut Jawa Barat

Senin, 31 Agustus 2015

Wisata Religi Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) Depok


masjid dian al mahri (kubah emas) depok


Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) dikenal juga dengan nama Masjid Kubah Emas adalah sebuah masjid dengan kubahnya yang berlapiskan emas yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah salat bagi umat muslim sehari-hari, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata religi dan sangat menarik perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas. Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat. 


masjid dian al mahri (kubah emas)

masjid dian al mahri (kubah emas)

Bagaimana sejarah mengenai Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) ? 

Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu bernama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri. Masjid ini mampu menampung 15 ribu jamaah untuk pelaksanaan sholat dan 20 ribu jamaah untuk pelaksanaan majelis taklim. Kawasan mesjid ini disebut-sebut sebagai yang termegah di Asia Tenggara. 

Pada hari biasa, masjid dikunjungi oleh 10 ribu pengunjung sementara di akhir pekan meningkat jadi 20 ribu hingga 30 ribu pengunjung. Masjid ini mempunyai tempat parkir seluas 7.000 meter persegi yang dapat menampung 300 kendaraan roda empat atau 1.400 kendaraan bermotor. Oleh sang pendiri, masjid megah dan indah ini diniatkan tidak hanya menjadi simbol keagungan Islam, namun juga akan berfokus pada pengembangan kebudayaan Islam di Indonesia. Saat ini memang yang baru dibangun adalah masjid yang megah, kediaman pendiri Masjid Kubah Emas, Hj Dian Djuariah Maimun Al Rasyid, serta sebuah gedung serba guna yang dapat digunakan sebagai resepsi pernikahan atau acara lainnya dan taman yang indah luas. Pengembangan berikutnya adalah pembangunan sarana pendidikan berupa pesantren, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, serta pembangunan gedung dakwah sebagai pusat syiar Islam. 

masjid dian al mahri (kubah emas)

masjid dian al mahri (kubah emas)

masjid kubah emas

masjid dian al mahri depok

area masjid dian al mahri

Bagaimana arsitektur dari Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) ? 

Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton. Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas. Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia. Ada pemisahan antara pintu masuk pria dan wanita. Juga ada aturan pula bahwa untuk masuk ke dalam masjid, diwajibkan memakai pakaian yang menutup aurat, sehingga kaum hawa yang berkunjung ke sana harus mengenakan jilbab. Tersedia tempat penitipan alas kaki/sandal dan tidak boleh ditinggal di luar.

area masjid dian al mahri

masjid kubah emas depok

area parkir masjid kubah emas

area masjid kubah emas

area masjid kubah emas

area parkir masjid kubah emas

Berikut Rute Menuju ke Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) ! 

- Jalan lebih mudah dan tidak berliku-liku untuk menuju ke Masjid Kubah Emas lebih baik melewati RS Fatmawati. Dari arah Jakarta masuk tol arah ke Pondok Indah dan keluar Fatmawati dan belok ke kiri, bila tidak lewat tol ikuti jalan TB Simatupang hingga belok ke kiri RS Fatmawati. Setelah itu ikuti jalan, melewati dua lampu merah hingga pasar Pondok Labu dan sampai di kampus UPN, kemudian ambil ke arah kanan. Ikuti jalan melewati Golf Pangkalan Jati sampai lampu merah dan belok ke kiri ke arah Depok. Jalan ini tinggal lurus saja terus sampai ke Cinere Mall, melewati SPBU, terus hingga sampai Masjid Dian Al-Mahri yang ada di sebelah kiri jalan. Selepas Cinere Mall, memasuki daerah Limo Maruyung kondisi jalan menuju ke lokasi agak rusak berlubang dan cukup sempit hanya 2 jalur, dan harus sedikit mengantri bila berpapasan dengan rombongan yang menggunakan bis-bis besar pariwisata. 

- Jalan lain menuju masjid ini yaitu melalui jalan Sawangan Depok dan Karang Tengah Lebak Bulus yang nantinya juga akan bertemu engan jalan Limo - Maruyung Raya.

Sekian infomasi tentang Masjid Kubah Emas Depok, semoga dapat menambah pengetahuan kita mengenai wisata religi di Indonesia....

Selasa, 25 Agustus 2015

Keindahan dan Sejuknya Wisata Alam Situ Wanayasa Purwakarta



situ wanayasa purwakarta

Situ Wanayasa merupakan salah satu keindahan wisata alam yang sejuk yang terletak di Purwakarta. Karena letaknya yang berada di ketinggian menjadikan daerah ini berhawa sejuk. Wanayasa merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Berbatasan dengan kecamatan Cibatu di utara, kecamatan Pondoksalam di barat, kecamatan Kiarapedes di timur, dan kecamatan Bojong di selatan. Situ Wanayasa terletak 23 km dari kota Purwakarta, dengan udara yang sejuk berlatar belakang gunung Burangrang, sehingga Situ Wanayasa yang luasnya 7 ha begitu menyatu dengan alam.

Situ Wanayasa merupakan sebuah danau (situ) dengan luas sekitar 7 hektar, dikelilingi pohon-pohon, bukit-bukit hijau, air danaunya bersih dan alami. Memiliki ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut dengan temperatur udara rata-rata berkisar antara 17 sampai dengan 20 derajat Celsius.yang tampak gambar di atas adalah sebuah bukit kecil yang di tumbuhi oleh pohon pinus, dan bukit ini terletak di tengah tengah situ wanayasa.

Sarana dan Prasarana yang tersedia di Situ Wanayasa : 

situ wanayasa yang sejuk

Prasarana yang sudah tersedia di Situ Wanayasa sudah cukup baik, seperti tersedianya listrik, telepon dan kendaraan umum untuk memudahkan akses para pengunjung mengunjungi Situ Wanayasa. Untuk meningkatkan akses dan kenyamanan bagi pengunjung, jalan menuju Situ Wanayasa telah di perbaiki dan saat ini sudah jauh lebih bagus, serta penataan Gedung Kewedanaan menjadi sarana aktifitas kebudayaaan dan pembangunan sarana wisata berupa Guest House. 

Pada tahun 2007 Badan Pariwisata Kabupaten Purwakarta telah melakukan upaya penataan kawasan Situ Wanayasa, antara lain pembuatan gazebo, yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk tempat beristirahat sambil menikmati keindahan panorama Situ Wanayasa, selain itu pula telah dibuat juga jembatan semi permanen yang menghubungkan dari sisi ke pulau kecil yang terletak ditengah situ, sehingga kini pulau kecil yang berada ditengah situ dapat dicapai pengunjung dengan mudah, dimana dalam tahun yang sama telah dilakukan pula penataan taman ditengah Situ tersebut, antara lain penyediaan beberapa tempat duduk yang dapat dipakai pengunjung untuk bersantai.

Situ Wanayasa dan sekitarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Taman Rekreasi dan Desa Wisata. Saat ini lingkungan disekeliling Situ Wanayasa sudah terdapat banyak rumah makan atau tempat jajanan yang sangat menggoda selera. Apabila anda hobi makan dengan melakukan wisata kuliner, inilah tempat yang tepat untuk anda kunjungi.

Sekitar 8 km dari Situ Wanayasa terdapat sumber air panas Ciracas yang berlokasi di tengah hamparan persawahan yang indah dengan udara yang sejuk. Potensi obyek wisata Sumber Air Panas Ciracas dapat dikembangkan berbagai fasilitas antara lain hotel, bungalow, kolam renang dan sarana rekrasi lainnya. Selain itu terdapat air terjun Curug Cipurut yang merupakan suatu tempat yang nyaman untuk rekrasi baik hiking maupun camping ground. Menuju lokasi Curug Cipurut, ditempuh dengan berjalan kaki sepanjang � 3 km ke arah Selatan kota Wanayasa.

Selain dari itu kita dapat melakukan agro wisata di Situ Wanayasa, karena dengan kesejukan udara dan hamparan panorama alam yang indah dari perkebunan teh, buah manggis dan perkebunan pala. Bersama dengan keluarga kita dapat melakukan kegiatan garden party atau pesta kebun sambil menimati makanan khas yang tersedia seperti buah pala, sate maranggi dan juga bisa memetik buah manggis. Obyek-obyek wisata ini, menanti pengembangan dari pihak investor.

keindahan situ wanayasa purwakarta


sejuknya situ wanayasa purwakarta

Sejarah mengenai Situ Wanayasa :

Sedikit cerita sejarah mengenai Wanayasa sendiri yaitu Wanayasa merupakan sebuah daerah di kaki Gunung Burangrang, dan sekian juta tahun yang lalu berada di kaki Gunung Sunda (lihat peta rekonstruksi Gunung Sunda). Ketika Gunung Sunda meletus, abu volkaniknya melahirkan tanah yang subur di daerah sekitarnya, termasuk Wanayasa. Selain itu juga, melahirkan cekungan-cekungan dalam radius 100 km, yang kemudian di bagian selatan Gunung Sunda dikenal dengan sebutan cekungan Danau Bandung Purba. Di bagian utara, diduga cekungan tersebut masih menyisakan jejaknya yang kini dikenal dengan nama Situ Wanayasa dan Situ Cibeber, yang disebut masyarakat setempat sebagai �pangparatan� Situ Wanayasa. Tanda-tanda bahwa Situ Wanayasa merupakan situ alam antara lain dengan banyaknya sumber air di area dan di dalam Situ Wanayasa itu sendiri. Oleh karena itu, sampai sekarang belum diketahui kedalaman sesungguhnya dari Situ Wanayasa tersebut, karena tak pernah kering sama sekali.

Akses jalan menuju ke wisata alam Situ Wanayasa sebagai berikut:

- Apabila anda menggunakan mobil pribadi atau rental mobil, dari arah Jakarta melalui tol Jakarta-Cikampek, kemudian dilanjutkan menuju arah Bandung melalui tol Purbaleunyi kemudian keluar di pintu tol Jatiluhur berbelok ke kiri kearah kota Purwakarta, kemudian ikuti arah jalan menuju Wanayasa atau pasar rebo letak situ menjelang terminal Wanayasa.

- Dari arah Bandung dapat ditempuh melalui jalur Lembang dilanjutkan ke arah Subang, melewati gunung Tangkuban Parahu, Sari Ater, dan berbelok kekiri di jalan Cagak menuju Wanayasa, letak situ setelah melewati terminal Wanayasa.

Terima kasih sudah bersedia membaca artikel ini, semoga artikel mengenai wisata alam Situ Wanayasa dapat bermanfaat dan menjadi salah satu wisata alam di Purwakarta yang mempunyai potensial yang cukup tinggi dan bisa lebih dikembangkan lagi ke depannya.

Rabu, 22 April 2015

Berlibur Ke Pulau Pari Kepulauan Seribu


Hello guys... Apa kabar ?? Masih suka dong travelling ? Saya mau ngebahas tentang liburan saya nih waktu ke Pulau Pari bersama dengan teman-teman saya. Seruuuuu banget deh.. Yuk simak ceritanya ... :) :) :) :) :)

Pulau Pari Kepulauan Seribu

Singkat cerita. Saat itu tanggal 11 Oktober 2014, saya dengan teman-teman mengadakan liburan dengan mengunjungi salah satu kepulauan seribu yaitu Pulau Pari. hanya dua hari kami disana. Kami menyewa agen wisata travel. Paket wisata sudah termasuk perjalanan pulang pergi menggunakan kapal laut dari muara angke, mendapatkan sarapan pagi, makan siang, dan juga makan malam, wisata bawah air laut atau snorkling, mengunjungi beberapa pulau disekitarnya yaitu pulau tikus, pantai perawan, mengunjungi tanaman mangrove dan juga barbeque pada malam hari.

Mengapa Pulau Pari dinamakan Pari ?? Karena Pulau Pari memiliki bentuk seperti ikan pari jika dilihat dari udara. Dari foto udara nampak seperti ikan pari. Percaya atau tidak, cobalah gunakan salah satu mesin pencari peta satelit di internet untuk melihat bentuknya.

Pulau Pari adalah destinasi sempurna untuk merasakan keindahan panorama pantai dalam balutan ketenangan di salah satu gugusan di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dengan suasana pulau yang masih asri dan belum ramai wisatawan, pulau ini menjadi pilihan sempurna yang menjanjikan kesegaran dan kepuasan.

Pulau Pari juga memiliki pantai yang indah dan cantik loh guys, bernama Pantai Pasir Perawan. Pantai ini berupa sebuah lagoon atau wilayah laut yang tenang dengan kedalaman hingga 5 meter dan dikelilingi pulau-pulau dan batu karang sepanjang pinggiran slope-nya. Pantai yang begitu tenang, bersih, dan indah tersebut telah melenakan banyak wisatawan yang menyambanginya. 

Baca juga artikel menarik lainnya :
penginapan murah di yogyakarta terbaru

Pantai Perawan di Pulau Pari

Wisata Pulau Pari

Pantai Pasir Perawan memiliki lingkungan yang masih asri dan tenang juga pantainya sangat bersih. Menghadap ke utara Laut Jawa, struktur pesisirnya memanjang berkelak-kelok dengan pasir putih begitu lembut. Keindahan ini dilengkapi panorama bibir pantai berupa hutan bakau yang rindang begitu indah sekaligus unik.

Apa keunikannya?
Pulau Pari memiliki keunikan berupa cekungan yang mampu menampung serapan air hujan yang jatuh ke permukaan. Akibatnya air di Pulau Pari menjadi air tawar tidak seperti di pulau lain yang memiliki standar terbaik berupa air payau. Adanya cekungan di daratan Pulau Pari telah berdampak pada heterogenitas vegetasi pulau ini. Apabila umumnya pulau di pesisir hanya dapat ditemui vegetasi berupa mangrove dan pohon kelapa maka di Pulau Pari jika Anda perhatikan seksama dapat ditemukan pohon pisang, pohon pinus, pohon cemara, pohon buah naga, pohon mangga, pohon jambu air, petai cina, palem, pohon srikaya, pohon jamblang, dan sebagainya. Jelas itu bukan vegetasi khas wilayah pesisir tetapi jutru di Pulau Pari mampu tumbuh dengan baik.

Pulau Pari terbagi dua bagian wilayah, yaitu bagian kepala (timur pulau) dan bagian badan hingga ekor (barat pulau). Dua wilayah ini berbeda fungsinya dimana di bagian barat berupa cekungan menjadi lokasi pemukiman penduduk dan vegetasi air tawar. Sementara itu, pada bagian timur berupa pesisir pantai yang luas dan begitu elok untuk ditelusuri dengan berjalan kaki. Di bagian ini terdapat hutan mangrove alami yang dijaga kelestariannya oleh masyarakat sebagai penahan abrasi laut. 

Pulau Pari sendiri memiliki luas sekira 43 hektare dengan populasi penduduk sekira 700 orang. Pulau ini tidak seramai Pulau Pramuka atau pun Pulau Tidung tetapi suasananya yang sepi dan rapi membuat banyak wisatawan jatuh hati. Tata ruang dan kebersihan lingkungan pulau ini sangat diperhatikan penduduknya. 

Di Pulau Pari pemukiman penduduk ditumbuhi pepohonan rindang dengan jarak antarrumah yang tidak berdempetan. Hal ini berbeda sekali dengan Pulau Tidung atau Pulau Pramuka yang padat pemukiman dan penginapan. Jumlah wisatawan ke Pulau Pari maksimal 300 pengunjung. Hal ini berbeda dengan Pulau Tidung dimana setiap minggunya mencapai rata-rata 1500 pengunjung, bahkan dapat mencapai 4000 orang saat liburan panjang.

Pulau Pari dikembangkan menjadi salah satu pulau dengan konsep ekowisata karena memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati ekosistem laut. Di sini terdapat rumah konservasi penelitian biota laut dan riset pengembangan untuk kelestarian perairan di Teluk Jakarta. 

Pulau Pari juga dikenal karena keberhasilannya dalam budidaya rumput laut apalagi setelah beroperasinya Pusat Pengembangan Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 1997. Di pulau ini ditemukan banyak terumbu karang hidup seperti soft corals, brain corals, labirith corals, pakis laut, dan lainnya. Lagoon yang luas di Pulau pari dilengkapi hutan bakau yang lebat menjadikan tempat ini ideal bagi ikan-ikan untuk berkembang biak. Oleh karena itu pula, bahkan rumpon-rumpon di sini sering dihuni ikan-ikan besar saat sedang musimnya.

Saat musim liburan biasanya Pulau Pari sangat ramai sekali dikunjungi para wisatawan, dari luar negeri maupun dalam negeri. Keramahan para warga nya dan juga lingkungan yang bersih dan indah menjadi daya tarik bagi para wisatawan. tidak bosan-bosannya jika harus balik lagi untuk berlibur ke Pulau Pari. banyak para agen wisata travel yang menawarkan berbagai paket wisata yang murah meriah ke Pulau Pari.

Baca juga artikel menarik lainnya :
kuliner enak di bekasi

Snorkling Pulau Pari

Sebelum Snorkling di Pulau Pari

Pulau Tikus di Pulau Pari

Keindahan Pulau Tikus

Di Pulau Pari juga terdapat toko oleh-oleh seperti pernak-pernik, baju, dan sebagainya. Kita juga dapat menikmati jalan-jalan dan memutari Pulau Pari menggunakan sepeda yang sudah disediakan disana. Kita juga dapat menikmati sunset atau saat matahari terbenam dengan sekelilingnya ditanami tanaman mangrove. Kita juga dapat menikmati snorkling, melihat keindahan laut dengan berbagai macam ikan dibawah laut, dan juga terumbu karangnya.

Traveller, bagi yang belum pernah merasakan keindahan Pulau Pari, sesegera mungkin deh untuk berlibur kesana. Dijamin akan merasa puas, dan juga tidak akan menyesal berlibur kesana. Indonesia memang hebat, Indonesia memang kaya akan alamnya, sebagai insan manusia kita wajib mensyukuri dan menjaga apa yang telah dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Thank You for coming... Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, jangan bosan-bosan ya.. Semoga info ini dapat bermanfaat... :) :)